Bla Bla Bla
Pertama-tama gue mau bilang kalau blog ini bukan gue buat sebagai sumber informasi dan macam-macam lain sebagai nya, tetapi sebagai diary gue yang lain selain dari buku. Oleh karena itu, kedepannya hal- hal yang akan gue tulis itu lebih ke curhatan gue, pikiran yang kadang-kadang datang ke otak gue atau pun hal-hal yang ngeganjel di pikiran dan hati gue. Gue sadar apapun yang kita publish di media sosial, even blog or website secara tidak langsung akan mempengaruhi orang-orang yang membacanya atau melihatnya. Jadi dengan sangat berharap bagi yang membaca blog gue jika memang ada hal-hal baik yang bisa diambil oleh kalian gua akan sangat bersyukur, but kalau pun ada hal-hal yang memang tidak sesuai dengan norma-norma dan etika yang ada, please jangan ditiru kalau itu bukan hal baik dan gue masih sangat berharap bahwa masih ada orang-orang yang berpikir kalau gue manusia biasa yang bisa salah.
Rabu, 24 Februari 2021 there are many things that happened today. Gue bangun tidur masih seperti biasa, shalat dan melakukan ritual pagi lainnya. Namun, dengan otak yang isinya terbagi-bagi dengan berbagai hal. Gue masih takut akan kehilangan, gue juga masih takut akan suara telpon, sms, whatsapp yang masuk di handphone gue, dan gue juga masih sangat merasa bersalah sama apaupun itu yang gue lakukan . Hal yang selalu gue ingat agar gue tetap bisa berdiri untuk diri gue yang masih hidup ini ialah “everythings what happen right now, I must to look forward, cuz i still alive”. Kalimat yang simpel but means a lots dan susah untuk dilakukan.
Terlalu banyak memikirkan hal-hal di luar kuasa gue, membuat gue lupa kalo gue juga manusia biasa yang sedang hidup di tengah hiruk-pikuk dunia ini. Hingga satu pertanyaan yang diajukan oleh bapak ojek online kepada gue “Udah makan siang?”.Satu pertanyaan ini tiba-tiba membuat bingung tentang apa yang terjadi sama diri gue. I just felt that I’m not appreciating my self. Terima kaih buat Bapak Ojek Online hari ini.
Apapun yang diawali dengan ketidaksengajaan pasti jadi hal yang terpikirkan oleh gue. Malamnya gue habisin dengan bercerita selama empat jam sama keluarga dan sahabat gue, sampai kering tenggorokan gue. Sangat bersyukur masih ada mereka di hidup gue. Gue lega.
Random banget ya. But benar-benar lega gue.